Sasi Laut Tingkatkan Populasi Teripang

06 Desember


Ambon, Kompas - Konservasi atau sasi laut oleh masyarakat adat Nufit di Kei Kecil, Maluku Tenggara, mampu memperbaiki habitat hidup teripang dan ikan pelagis kecil. Populasi kedua jenis biota laut itu terus meningkat, demikian pula keragaman jenisnya. Perbaikan ekosistem laut itu diharapkan memperbaiki perekonomian masyarakat pesisir.

Apolinaris Janwarin, Kepala Desa Ohoiren, Kei Kecil Barat, Maluku Tenggara, Selasa (4/12), mengatakan, jumlah teripang dan ikan terus meningkat sejak padang lamun dikonservasi tahun 2005. Pada survei Mei 2005 hanya ada 25 teripang gosok. Setelah dikonservasi selama enam bulan jumlah teripang membengkak menjadi 329.

Saat panen pada Desember 2005 dihasilkan 2.671 ekor teripang, panen Oktober 2006 hasilnya 2.810 teripang, dan panen ketiga pada April 2007 hasilnya mencapai 5.000 teripang. Beberapa jenis teripang yang diduga sudah punah ternyata muncul kembali. Di awal sasi, hanya ada teripang gosok. Sekarang ada enam jenis teripang.

Konservasi tradisional
Sasi adalah praktik konservasi tradisional di Maluku. Dalam jangka waktu tertentu dilarang memanen sumber daya alam yang disasi. Konsep sasi mirip dengan moratorium. Pelanggar akan dihukum sesuai dengan aturan adat.

Sasi laut kerja sama dengan jaringan The Locally-Managed Marine Area ini mampu memperbaiki kondisi karang yang rusak oleh tuba dan racun ikan. Masyarakat meninggalkan kegiatan nelayan karena tidak ada ikan dan teripang.

Apolinaris berharap perbaikan lingkungan itu bisa dinikmati masyarakat, terutama komoditas teripang yang saat ini harganya Rp 800.000 per kilogram kering di Tual, ibu kota Maluku Tenggara. Keuntungan ekonomi itu diharapkan merangsang masyarakat terus menjaga kelestarian alam.

Gervas Rahayaan, Ketua Tim Konservasi Desa Ohoiren, mengaku belum semua masyarakat sadar pentingnya konservasi. Sebagian masyarakat berpikiran praktis dengan mengambil hasil laut tanpa menjaga kelestariannya.

Keberhasilan konservasi laut di Ohoiren ini ditiru oleh Desa Ohoira dan Tanimbar Kei. Kedua desa tersebut menerapkan model konservasi laut dengan menjaga kelestarian tempat perkembangbiakan atau zona produksi teripang. Zona produksi berukuran 200 m x 200 m itu tidak bisa diganggu, kecuali saat musim panen. (ANG)

Source: Kompas 5-12-2007

catatan asti:
Teripang (timun laut) adalah salah satu hewan dari filum Echinodermata, klas Holothuroidea
Biasanya dikonsumsi dalam bentuk keripik


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments