Melacak rute perjalanan penyu hijau bernama Dorte

15 Mei

catatan asti:
Dorte adalah seekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang bertelur di Jawa (menurut PerthNow), tepatnya di pantai Sukamade, Jawa Timur (detail lengkap ada di www.seaturtle.org). Ketika bertelur tanggal 24 Februari 2008, Dorte dipasangi alat pelacak di bagian karapasnya. Dan pada tanggal 28 April 2008, Dorte 'ditemukan' sedang mencari makan di daerah barat Australia.

Beberapa fakta tentang si Dorte

  1. Sukamade adalah salah satu pantai peneluran penyu hijau yang terletak di bagian selatan Jawa Timur, dan dikelola oleh Taman Nasional Meru Betiri.
  2. Penyu hijau dewasa merupakan hewan herbivora, mereka hanya makan lamun (bahasa inggrisnya adalah seagrass) dan atau alga.
  3. Sebenernya perairan yang kaya lamun ngga hanya ada di Broome, Australia,, tapi juga tersebar di hampir seluruh perairan Indonesia.
  4. Jadi menarik ketika si Dorte ‘mencari makan’ di wilayah perairan Australia. Kenapa dia berenang ke arah Selatan? Apakah memang dia berenang mengikuti arus (ada “warm-water current” yang bergerak dari arah Papua menuju Australia) atau memang Australia adalah tujuannya?? (perlu dikaji lebih lanjut)

Silahkan baca terjemahan bebas dari berita yang dilansir oleh PerthNow

Narelle Towie
April 28, 2008 05:21pm

Setelah menempuh perjalanan sejauh 1400 km, akhirnya Dorte tiba di bagian barat Australia. Selama 2 bulan, penyu hijau itu telah mengarungi Samudra Hindia dari Jawa ke bagian barat Australia untuk mencari perairan dangkal yang kaya lamun.

Dorte adalah salah satu dari penyu hijau pertama yang dilacak rute migrasinya oleh para konservasionis yang meneliti daur hidup penyu.

Dorte yang diperkirakan berusia 20 tahun, telah diberi tanda dengan alat pelacak satelit ketika dia meletakkan telurnya (136 telur) di pantai Sukamade, Jawa Timur.

Peneliti yakin bahwa dia menuju pantai Eighty Mile yang terletak antara Broome dan Port Hedland (Australia).

“Setelah meletakkan telurnya, saat ini dia sedang dalam fase makan. Tempat terbaik untuk mendapatkan lamun (makanan favoritnya-red) adalah di perairan dangkal, dan pantai barat Australia adalah salah satunya” kata Dr Gilly Llewellyn kepada PerthNow.

“Perjalanan Dorte sangat unik. Dia menyingkap “jalan raya oseanik / oceanic superhighway yang membantu kita lebih memahami bagaimana penyu berlayar mengelilingi samudra dunia, dan menekankan kuatnya hubungan antara Indonesia dengan pantai Australia” imbuh Dr Llewellyn.
Meskipun penyu telah dikenal sebagai hewan yang secara naluriah akan kembali ke pantai tempat mereka menetas untuk meletakkan telurnya (ketika sudah dewasa), sebelumnya ada anggapan bahwa penyu tidak bepergian sejauh itu.

Penemuan rute migrasi Dorte ini bisa menjadi informasi berharga untuk membantu para pengambil keputusan dalam menentukan wilayah laut mana yang harus dilindungi.

Alat pelacak Dorte akan kehabisan baterai dalam waktu 6 bulan dan akhirnya akan lepas dari karapasnya.


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe