Sumbar Lestarikan Penyu

28 Mei

catatan asti:
5 hari sebelum berita ini dipublikasikan,, ada laporan bahwa ribuan telur penyu masih diperdagangkan di Kota Padang Sumatera Barat.

Telur-telur tersebut diperdagangkan mulai siang hingga tengah malam, di pinggiran Pantai Muaro Padang, berdekatan dengan Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Pariwisata Kota Padang.

Data telur penyu yang diperdagangkan di kota Padang (di berita di bawah ini diambil sekitar tahun 2005) mencapai 7.000 butir sebulan,,
sedangkan anak penyu (tukik) yang berhasil dilepaskan sebulan lalu hanya berjumlah 100 ekor.

ironis sekali

Anggaran sebanyak 200 juta rupiah sedang diajukan untuk membuat penangkaran penyu tahun 2009 (silahkan baca kontroversi penangkaran penyu di sini),, sementara,,
adakah anggaran yang dialokasikan untuk menertibkan para pengumpul telur penyu dan mengkampanyekan "stop makan telur penyu" ke (minimal) pembeli telur penyu di Padang?

ironis sekali

Sumber: Antara, 25 Mei 2008 - Padang

Pemerintah Kota Padang melanjutkan penangkaran penyu melalui kegiatan pembibitan tahap dua pada bulan Mei 2008. "Ancaman kepunahan terjadi akibat perburuan terhadap penyu dan telurnya masih cukup tinggi, karena harga jualnya menggiurkan," kata Kepala Bapedalda Kota Padang, Endang Dewata, di Padang, Minggu. Tahap pertama sekitar sebulan lalu telah dilepas 100 anak penyu ke Pulau Penyu, Pulau Kerabak Ketek, dan Kerabak Gadang.

Anak penyu yang dilepas terdiri dari penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas). Bapedalda Kota Padang, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang bekerja sama dengan Fakultas Biologi Unand, melanjutkan penangkaran terhadap penyu dengan cara swadana. Menurut Endang, Konvensi Perdagangan Internasional Satwa dan Flora Liar (CITES) --yang telah diratifikasi Indonesia-- memasukkan penyu dalam Apendix I, yaitu kategori harus dilindungi dan tidak bisa diperdagangkan.

"Kepunahan satu jenis satwa di alam, otomatis akan menganggu ketidakseimbangan ekosistem makhluk hidup di alam," katanya. Pemko Padang, katanya lagi, sudah mengajukan konsep kegiatan penangkaran penyu dalam APBD sebesar Rp200 juta untuk dialokasikan dalam tahun 2009. "Sedangkan kegiatan penangkaran tahun 2008, kita hanya menggunakan dana swadaya, sehingga 2009 perlu lebih dianggarkan dalam APBD Kota Padang agar konservasi terhadap penyu makin baik," katannya.

Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi telur penyu. Mimi (60), perantau Minang di Jakarta, mengatakan setiap pulang ke Padang, dirinya bisa menghabiskan 20 telur penyu matang sekali makan.

"Habis, telur penyu enak sih, lagian di Jakarta sulit diperoleh kendati ada, harganya jauh lebih tinggi," katanya. Harga telur penyu kini mencapai Rp5.000/butir hingga Rp7.000/butir. Peneliti aktif dari Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta, Padang, Harfiandri Damanhuri, menyebutkan, konsumsi telur penyu oleh masyarakat Sumatera Barat cukup tinggi, terkait pasokan telur penyu mencapai 1.000 butir per minggu ke pusat penjualan telur penyu di Pantai Padang, Kota Padang.

Pusat Informasi Penyu wilayah Sumatera Barat menyebutkan, berdasarkan perhitungan pada April-Juni tahun 2005 lalu, jumlah telur penyu yang masuk ke lokasi penjualan mencapai 22.255 butir atau hampir 7.000 butir perbulan. Sebanyak 45 persen di antaranya berasal dari pulau yang ditetapkan sebagai wilayah konservasi penyu di Kabupaten Pesisir Selatan, Pulau Penyu, Pulau Kerabak Ketek, dan Kerabak Gadang.


Reactions:

Tulisan lainnya:

1 comments




Subscribe