Thomas dan Uber Cup 2008: pilih bersikap optimis atau pesimis?

19 Mei


Hari Sabtu pagi (17 Mei) aku iseng tanya ama suamiku,, boleh nda aku ikutan dia ngeliput pertandingan Uber (secara hari itu adalah final Uber Cup),, eh,, ga nyangka dia hayuk aja, malah jadi sibuk telpon sana telpon sini untuk nyari tiket.
Dan akhirnya,, setelah melobi sana sini,, dapatlah tiket untuk berempat (aku, dimas, ervan n yuda) ~O). Tapi kita harus segera ambil tiketnya sebelum jam 4,, jadi aku n mas buru buru cabut ke Istora. Sampe disana, suasana uda rame banget,, banyak orang udah pada kehabisan tiket dan hanya bisa nunggu di luar pagar,, sementara banyak juga suporter yang dandan ngejreng dengan tema merah putih. .. Waaa,, rasanya jadi semangat,, soalnya di dalam lapangan dukungan untuk tim Indonesia bener bener 'membahana'..(terus terang ini pertama kalinya aku nonton pertandingan secara live,, dan ternyata nonton live ama nonton dari teve jauh beda).

Meskipun pada akhirnya tim Indonesia kalah,, tapi aku tetep merasa puas bisa nonton dan ngasih semangat dari deket.
Ada banyak hal yang aku pelajarin pas nonton kemaren (selain cara ngelambaiin bendera),, apalagi tentang sikap pemain.
Yang aku lihat, untuk tim Indonesia, beda banget sikap antara tim Thomas n tim Uber. Mereka sama sama berjuang untuk Indonesia, tapi aku lihat tim Thomas cenderung mengambil sikap pesimis, sementara,, tim Uber memilih untuk bersikap optimis. Dan dari beda yang kecil itu,, hasilnya jauh berbeda...

menurut aku, masing masing individu punya hak untuk memilih, terutama dalam hal memilih untuk mengambil sikap, apakah itu sikap optimis atau sikap pesimis. ngga ada orang lain yang dirugikan dalam penentuan sikap itu,, kecuali individu yang bersangkutan

Setelah pertandingan selesai,, aku masih harus nungguin mas. Dia lagi setor foto, dan sepertinya memerlukan waktu yang agak lama karena sinyal wi-fi dalam gedung lagi error.
ternyata,, karena ada pak SBY, semua sinyal dan wi-fi yang biasanya oke-oke aja jadi kacau, dengan alasan pengamanan...:((
jadi nungguin mas deh,, (untungnya ditemenin ma dimas, yudha n iwak)
dan waktu mas selesai,, kita foto foto deh (mumpung udah sepi)














Dan waktu final pertandingan Thomas Cup, aku lebih tercengang lagi ngelihat semangat tim Thomas Korea. Mereka, selain optimis,, nunjukin semangat pantang menyerah!
;;)
benar benar contoh yang luar biasa!


Reactions:

Tulisan lainnya:

1 comments




Subscribe