pembengkakan tagihan telpon

10 November



foto diatas adalah jumlah tagihan telpon yang harus dibayar ama temenku...
tipikal keluarga jaman sekarang, suami istri kerja, pulang malam, sementara anak (2 tahun) di rumah sama pekerja rumah tangga.
tipikal pekerja rumah tangga jaman sekarang, lupa darat kalau udah pegang telpon.

Meskipun bukan aku yang bayar tagihannya, tapi nasib ikut nyeret aku ambil bagian. Apa pasal? Hanya karena si pekerja rumah tangga yang "terdakwa" adalah keponakan pekerja rumah tangga-ku.

Alurnya kurang lebih seperti ini nih:
Temenku minta rekomendasi prt.
Aku minta prt-ku u cariin temennya
Prt-ku ngerekomendasikan keponakannya sendiri.
dan rupanya, belum beberapa hari kerja, si keponakan merasa kalau telpon rumah adalah miliknya yang bisa dipake kapanpun, kemanapun, sepuasnya.

dan karena kurang pengalaman (maklum, seumur hidup belum pernah pegang telpon, baru pertama kali pegang telpon ya waktu mulai kerja itu), "terdakwa" ngga tau berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk ngobrol di telpon, apalagi kalo telpon ke hape.
kasihan sih...
("terdakwa" masi sangat lugu)
tapi mau gimana lagi?
satu satunya jalan ya "terdakwa" harus membayar tagihan yang besarnya 2x gajinya....

(duit darimana??)

akhirnya prt-ku ambil gaji di awal, dan terpaksa gadaikan hape "terdakwa"

beruntung, aku hampir selalu ada di rumah
beruntung, aku bisa memantau Yo sambil mencegah prt berbuat yang engga engga

Life is good :)


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments