Menumbuhkan Mangga (sprouting mango)

03 Desember

Setelah 5 tahun menghuni rumah ini, akhirnya aku memutuskan untuk bercocok tanam. Pasalnya, tetangga belakang rumah yang dulunya memiliki pohon jambu (karena ketutupan tembok pembatas rumah, jadi aku ga pernah tahu penampakan pohonnya, tapi selalu kebagian sampah daun yang berguguran di halaman belakang), memutuskan untuk menebang pohon jambu tersebut.
Lah, begitu ditebang, pemandangan halaman belakang yang dulunya daun jambu, berganti jadi apartemen yang baru dibangun. Dan rasanya setelah pohon itu ga ada, gersang sekali.

Akhirnya kuputuskan untuk mulai menanam apa saja yang kudapat.
Aku dapat pohon saga dari neneknya teman Damar.
Lalu kubeli melati kampung, sirih merah dan climbing dollar via online (kebunbibit).
Ketika akung berkunjung, akung meminta tanaman climbing dollar dari bude Lis (gratis! tau gitu minta aja ya). Aku juga ajak belanja tanaman gantung (sirih-sirihan) dan binahong merah.

Belum puas, aku mulai ber-eksperimen membudidayakan buah dari benih. Sasaran pertama adalah mangga arum manis, karena buah ini salah satu buah favorit kami sekeluarga, dan memang sedang banyak dijual di pasar (dan di pinggir jalan).

Tulisan ini kubuat untuk catatan (bukan) harian pertumbuhan mangga arum manis sejak mulai dari biji.

4 Januari 2015


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe