Kampung Halaman dan Produktivitas

24 Januari

Jujur, beberapa hari ini rasa-rasanya produktivitas-ku menurun. Yang hari ini rencananya menyelesaikan tugas "A", sejak hari kamis -hingga saat ini ditulis- masih saja belum aku kerjakan. Memang, banyak hal lain telah kukerjakan selama itu, mulai dari memasak, mencuci, membaca buku, merapihkan meja, membuat buku agenda, berkebun, sampai bermain futsal di dalam rumah bersama anak-anak.



Beberapa tips kucoba supaya rasa enggan ini enyah: wudhu, mandi air hangat, tidur. Belum mempan juga. Sejak awal aku berkarya (2008), tipe tugas seperti tugas "A" yang mengharuskan aku menghias mahar seperti hiasan karya orang lain selalu saja "bermasalah". Tugas itu membuatku merasa seperti berada dalam ruangan yang gelap gulita tanpa cahaya: tidak berdaya dan malas.

Lantas apa hubungannya "mental-block" alias mentok dengan kampung halaman?

begini ceritanya...

Berawal dari tema perdana yang diusung dalam #1minggu1cerita :"kampung halaman", kenangan demi kenangan langsung membanjiri memori. Mulai dari kenangan bersama ibu, bapak, adek; suasana di rumah C-24, main badminton selepas Isya, jalan depan rumah yang rimbun, suara serangga mengerik di siang hari, kesenian visual khas Gresik (Damar Kurung), hingga wisata kulinernya (nasi krawu, rujak cingur, otak-otak bandeng). Semua kenangan itu terasa nyata, membuatku -hampir- meneteskan air liur, dan terasa sangat membahagiakan.



⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉


Subiyono & Hariono, dalam bukunya yang berjudul "Pendidikan dan Pengembangan IPTEKSKOREN" menyebutkan bahwa masa lalu bukan masa yang harus ditinggalkan begitu saja. Karena dalam masa lalu terdapat potensi atau kekuatan yang dapat didatangkan dan dipakai kembali.

Lebih lanjut, menurut Sandy MacGregor, emosi atau perasaan adalah bahasa yang digunakan oleh alam bawah sadar, dan erat hubungannya dengan memori. Perasaan yang indah dan positif inilah yang akan dimanfaatkan dan digunakan. Perasaan indah atau positif ini bisa seperti saat pertama kali bisa mengendarai sepeda roda dua atau saat dipeluk oleh orang-orang yang sangat Anda cintai di waktu hari ulang tahun, atau saat mendengarkan lagu kenangan.

Perasaan indah inilah yang digunakan untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang kita miliki dengan teknik mendayagunakan kekuatan pikiran. Di buku yang berjudul Control Your Life, dituliskan bahwa untuk mencapai tujuan hidup, paling tidak ada dua prinsip penting, yaitu Pikiran Anda menentukan Kesuksesan Anda dan Kebiasaan Anda menentukan Masa Depan Anda. Kemampuan mendayagunakan kekuatan pikiran sangat ditentukan oleh serangkaian kebiasaan yang kita lakukan dengan pikiran kita. Menguasai dan mengendalikan pikiran hanya dapat kita lakukan melalui serangkaian latihan terus menerus.

Untuk dapat mengoptimalkan kekuatan pikiran, ada beberapa teknik dasar, yaitu:

  1. Relaksasi
  2. Afirmasi ~ pernyataan pendek dan sederhana yang disampaikan terus menerus
  3. Visualisasi ~ menggambarkan apa yang kita inginkan dengan jelas
  4. Jangkar emosi ~ menambah emosi indah ke dalam visualisasi. Emosi indah dapat dipanggil dengan cara memikirkan kembali kejadian yang menyenangkan dalam hidup di masa lampau. Hidupkan kembali peristiwa itu dalam pikiran, dan rasakan kembali perasaan fisik yang dialami.

Dengan berlatih terus menerus teknik relaksasi, afirmasi, visualisasi dan membangun jangkar emosi, seseorang dapat memprogram ulang pikiran bawah sadar, meningkatkan kemampuan belajar, merumuskan tujuan hidup maupun membangkitkan intuisi dan kreatifitas menghadapi tantangan.


⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉


The most wonderful places to be in the world are: In someone's thoughts. Someone's prayers. And in Someone's heart. — Author Unknown

Ada yang sudah berpraktek mengatasi mental-block dengan menggunakan jangkar emosi?

:(:
your choice




Sumber bacaan:
MacGregor, Sandy. (1992). Piece of Mind : Teknologi Optimalisasi Pikiran Mengaktifkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar untuk Mencapai Tujuan; alih bahasa, Yudi Sujana - Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2000. From https://books.google.co.id/books?id=QdKc5yIiXFwC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false

Prijosaksono, Ariwibowo., Roy Sembel. (2002). Control Your Life : Aplikasi Manajemen Diri dalam Kehidupan Sehari-hari. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. From https://books.google.co.id/books?id=Z-Sz8E6LG18C&printsec=copyright&hl=id#v=onepage&q&f=false

Subiyono & Hariono, Awan. (2014). Pendidikan dan Pengembangan IPTEKSKOREN (Ilmu Pengetahuan Teknologi Seni Kesehatan Olahraga Entrepreneur) Berbasis Alam Bawah Sadar. Ed.Revisi, Cet. 2. Yogyakarta : Deepublish. From https://books.google.co.id/books?id=hm54CAAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false

Sukmoro, Wawan. 13: Anchoring, Jangkar Emosi. (2013). From http://www.wsukmoro.com/2013/09/13-anchoring-jangkar-emos.html (diakses tanggal 23 Januari 2017)


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments