Komunikasi Produktif - Hari Pertama

27 Januari


Komunikasi Produktif: ubah interogasi menjadi observasi

Hampir setiap malam, kami (aku, ayah, Yodha dan Damar) selalu berusaha menyempatkan diri untuk melakukan ritual "obrolan ringan". Topik yang diobrolkan sangat bervariasi, apalagi kalau ngobrolnya komplit berempat.
Selama ini sih, rasanya anak-anak terlihat lebih bersemangat kalau ngobrol sama ayahnya. Aku? Sepertinya bukan favorit mereka :( Awalnya kupikir karena mereka jarang ketemu dengan ayah, dan mereka "nyambung" kalau ngobrol karena sama-sama suka bola.

Rupanya setelah kuamati, "cara ngobrol" ayah berbeda denganku. Jika ayah lebih banyak mendengarkan, aku cenderung lebih banyak bertanya. Pertanyaan yang kulontarkan pun lebih banyak bersifat interogasi. Ya, interogasi, persis seperti detektif yang sedang memeriksa tersangka:
"Tadi di sekolah main sama siapa aja?"
"Tadi jajan apa di sekolah?"
"Bekalmu habis ga?".
Salah menjawab pertanyaan si detektif? hmm.. hati-hati... si detektif ini membawa (banyak) anak panah yang siap dilepaskan dari busurnya bila jawabannya tidak benar. Hiii..

Sampai pada akhirnya akupun terdampar di materi kuliah komunikasi produktif Bunda Sayang IIP. Di sana disebutkan bahwa orangtua-lah yang harus belajar gaya komunikasi yang produktif dan efektif. Poin pertama yang membuatku berada dalam suasana: "a-ha, begini to caranya"adalah poin tentang mengganti kalimat interogasi dengan pernyataan observasi.

Bila merunut arti kata observasi, maknanya adalah melakukan pengamatan. Pengamatan atau observasi adalah aktivitas yang dilakukan makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.

Gaya interogasi cenderung mengabaikan pemikiran, kehendak dan perasaan anak. Sejatinya, status "orang tua" tidak serta merta membuat orang tua berkuasa penuh terhadap diri anak dan kehidupannya.
Contoh kalimat observasi : “ Ibu lihat matamu berbinar sekali hari ini,sepertinya bahagia sekali di sekolah, boleh berbagi kebahagiaan dengan ibu?”

⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉

Praktek hari pertama tantangan komunikasi produktif:
Hari ini aku lebih banyak mengamati dahulu Yodha dan Damar sebelum memulai percakapan. Mencoba untuk tidak menghakimi mereka, aku memilih dulu kalimat kalimat yang akan kuutarakan. Misalnya tadi siang Damar kesulitan mencari pensilnya.
D = bun, mana pensilku?
biasanya, secara reflek aku akan jawab: "Ngga tau.. Tadi kamu taruh dimana pensilmu? Kan yang terakhir pakai kamu" ➪ jawaban defensif, disambung pertanyaan interogasi dan ditutup dengan penghakiman. :(
kali ini kucoba ubah kalimatnya menjadi:
b= yuk, kita cari bareng. Sepertinya kemaren terakhir kali bunda lihat kamu pegang pensil disini..

Alhamdulillah pengubahan kalimat membuat aura-nya jadi berbeda :)

#hari1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sumber bacaan:
http://kbbi.web.id/interogasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan
Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1, Institut Ibu Profesional, 23 Januari 2017



Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments