Clear and Clarify: Komunikasi Produktif

04 Februari



Kemah kali ini sedikit berbeda. jika sebelumnya lokasinya di kaki gunung, bulan ini kami merencanakan untuk berkemah di pantai kawasan Pandeglang, Banten. Sebagai alumnus kelautan, kami sepakat bahwa daya tarik pantai bukanlah di pasirnya, tapi saat snorkling-an di perairan dangkalnya. Itu sebabnya kami memutuskan untuk membawa masker snorkel.

Beberapa minggu sebelumnya, kami sudah mulai mengenalkan Yodha dan Damar untuk menggunakan masker-snorkel di kolam renang. Tapi.. begitu mendekati hari H, ternyata kami berdua (aku dan ayah) punya kesibukan masing-masing sehingga kami kurang koordinasi dalam menyiapkan peralatan dan perlengkapan kemah ke Tanjung Lesung.

Jumat sore ini misalnya. Kami sepakat berangkat hari Jumat sore jam 3 dengan rute ke Serang dan menginap semalam di rumah seorang kawan. Tapi kenyataannya, kami baru berangkat jam 5 dan.. baru beberapa meter dari rumah, kami harus kembali lagi ke rumah karena lupa membawa bahan makanan. Duh.

Parahnya, ketika sudah sampai Serang, kami lupa membawa tiang untuk flysheet.

Di tengah kemacetan....
A : bun, aku lupa bawa tiang untuk flysheet
B : hah ??
A : kayaknya trip kali ini paling parah deh persiapannya. Aku butuh pembagian tugas yang jelas nih. Bunda yang bagian logistik, ayah yang bagian tenda. Kalau berangkat Jumat sore, telat dikit pasti kejebak macet.
B : *diam sebentar. Iya yah.
A : kayaknya next trip, seminggu sebelumnya sudah harus mulai fokus menyiapkan apa yang mesti dibawa.
B : *diam lagi. Iya yah.
A : belanja logistik misal seperti kertas alas, cabe, kecap, paling tidak sudah siap sebelumnya.
B : *diam. Iya yah. Maaf ya, kupikir selama ini ayah fine-fine aja bunda nyiapin kemahnya ala koboi gini. Yasudah, nanti coba kalau lewat toko bangunan, kita bisa mampir beli pralon untuk tiang flysheetnya.
dan kami pun terdiam bersama.

Ketika berkomunikasi dengan orang dewasa lain, maka awali dengan kesadaran bahwa “aku dan kamu” adalah 2 individu yang berbeda dan terima hal itu. Pasangan kita dilahirkan oleh ayah ibu yang berbeda dengan kita, tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang berbeda, belajar pada kelas yang berbeda, mengalami hal-hal yang berbeda dan banyak lagi hal lainnya.

Komunikasi antara 2 orang dewasa berpijak pada Nalar. Komunikasi yang sarat dengan aspek emosi terjadi pada anak-anak atau orang yang sudah tua. Maka bila Anda dan pasangan masih masuk kategori Dewasa --sudah bukan anak-anak dan belum tua sekali-- maka selayaknya mengedepankan Nalar daripada emosi, dasarkan pada fakta/data dan untuk problem solving.

Alhamdulillah sesudah mendapatkan tiang pengganti untuk flysheet, kami berempat mampu bekerjasama memasang tenda yang kokoh.


#hari6
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sumber bacaan:
Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1, Institut Ibu Profesional, 23 Januari 2017.


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe