Komunikasi Produktif: Gunakan Bahasa Tubuh dan Intonasi yang Tepat

02 Februari

Gunakan bahasa tubuh dan intonasi yang tepat

Masih dalam periode dimana maharku butuh konsentrasi lebih banyak, ada beberapa pekerjaan domestik yang "butuh didukung" oleh seluruh anggota keluarga, termasuk Damar. Siang ini, sepulang sekolah, seperti biasa, kusambut dia dengan bersemangat. Setelah Damar selesai bercerita tentang harinya di sekolah, gantian aku bercerita tentang hariku, sambil mulai memilah setumpuk baju bersih yang sudah disetrika.
d = bunda sedang apa?
b = lagi misah-misahin baju
d = oh, ini bajunya ayah ya?
b = iya ☺ - sambil senyum, dan meletakkan baju tersebut ke salah satu pojok di atas kasur-
d = loh, ini kan bajunya mas Yodha, bun -sambil ambil baju di tumpukan-
b = oh iya, benar ☺ Hebat ya Damar tau kalau itu baju mas Yodha -sambil tersenyum-
d = aku taruh di (bagian) sini ya
b = boleh, sepertinya ide yang bagus ☺

membantu memilah pakaian

Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi. Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).

Dan dalam hitungan menit, seluruh baju sudah terpilah dengan bantuan Damar. Alhamdulillah

#hari5
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

sumber bacaan:
Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1, Institut Ibu Profesional, 23 Januari 2017.


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe