Mata adalah Jendela Hati - Komunikasi Produktif

01 Februari

Komunikasi Produktif: Mata adalah jendela hati

Pepatah mengatakan mata adalah jendela hati

Beberapa waktu lalu, ibu dari sorang teman meninggal dunia. Siang ini Damar kuajak takziah. Sebelum perjalanan, kubuka percakapan dengannya.
b = Damar, ikut bunda yuk
d = kemana?
b = menengok ibu X. Neneknya Y kemaren meninggal dunia
d = pindah kemana neneknya?
b = *berpikir sejenak... pindah ke dunia yang lain, nak
d = oh, ke Blora?
b = bukan, nak. Blora, Depok, Jakarta, Gresik kan nama kota di bumi. Kalau pindah ke kota lain, kita bisa kembali lagi. Minggu ini kita ke Blora, minggu depan ke Gresik, trus balik lagi ke Depok itu bisa. Kalau meninggal dunia, kita ga bisa lagi balik ke dunia ini, ga bisa lagi ke Depok, Blora atau Gresik.
d = *entah paham atau tidak, damar diam saja

Saat itu, kupegang tangannya, sambil memastikan matanya melihat mataku.
b = Damar, nanti di rumah ibu X, Damar ga usah tanya-tanya tentang neneknya ya.
d = kenapa bun?
b = kira kira Damar sedih ngga kalau ibunya Damar pergi dan ga bisa balik lagi ?
d = sedih bun *sambil berkaca-kaca
b = kalau Damar sedang sedih, bahagia ngga kalau ditanyain terus?
d = ngga bun... ngga suka
b = Damar boleh tanya-tanya, tapi bertanyanya ke bunda aja ya,, sewaktu kita hanya berdua saja.
d = boleh tanya di dalam mobil, bun?
b = boleh, silahkan
d = disana berarti diam aja, bun?
b = iya.
d = *berhenti berkata-kata

Beberapa menit setelahnya, kami pun berangkat.
Damar tipe anak yang aktif dan jarang sekali tidur siang. Dia suka sekali meng-eksplore. Apabila kami bertamu, pasti dia mencari-cari sesuatu untuk dilihat, dipegang dan dimainkan. Kalau tidak menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya, pasti dia akan memainkan baju, jilbab atau tasku.

Tapi kunjungan kali ini agak berbeda. Begitu sampai, kebetulan di rumah duka masih tergelar karpet. Damar hanya duduk diam disampingku diatas karpet sambil menunggu kami mengobrol. Ada jajanan yang tersaji, tapi tidak disentuhnya. Tumben, pikirku. Kuraih tangannya, sambil kupegang, Damar merebahkan diri disampingku. Tidak berapa lama, kutengok rupanya Damar tertidur.

Tiba saat pulang, Damar pun dengan mudah terbangun ketika kuajak pulang. Dalam perjalanan pulang, dia kembali menghujaniku dengan pertanyaan-pertanyaan tentang neneknya Y, ibu X dan Y.

Alhamdulillah, siang ini Damar paham dengan apa yang kusampaikan

#hari4
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe