Membingkai Ulang Sudut Pandang: Komunikasi Produktif

05 Februari


Mengubah Sudut Pandang positif

Dalam perjalanan pulang dari Pulau Liwungan, Yodha bertanya, "Kenapa sih perahunya ini goyang-goyang terus? Kepalaku jadi pusing nih" "Kapan kita sampai ke Tanjung Lesung, Bun?" dan sederet pertanyaan yang menyiratkan kekhawatirannya.

Memang, saat menaiki perahu pulang dari Pulau Liwungan menuju Tanjung Lesung, anginnya berhembus kencang dan ombaknya pun relatif tinggi. Saat itu, kami yang duduk di bagian buritan, kebagian bau solar-nya. Saking hebohnya "goyangan" perahu bercampur bau solar, ada beberapa penumpang lain yang mabuk.

⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉

Liwungan, pulau kecil tak berpenghuni yang terletak di ujung kulon pulau Jawa, tepatnya di desa Citeureup kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang, hanya berjarak sekitar 30 menit menggunakan perahu mesin dari tempat kami berkemah.

Lokasi Pulau Liwungan, Pandeglang, Banten
sumber: Google Map

Saat kami berkemah, cuaca di Pantai Cibiuk, Tanjung Lesung tidak bisa ditebak. Panas, lalu tiba-tiba turun hujan deras, kadang disertai angin kencang. Dan memang, tantangan terbesar kami saat memasang tenda adalah ANGIN KENCANG. Saking tidak bisa diprediksi dan saking kencangnya angin, kami yang tergabung dalam acara kemah bulanan yang diselenggarakan K3I (Komunitas Kemah Keluarga Indonesia), sempat berpikir bahwa panitia membatalkan acara snorkling-an di Pulau Liwungan. Salah sangka, rupanya pagi harinya panitia membuka registrasi ulang untuk mendata peserta yang mau ikut snorkling-an. Wah, kegirangan, kami langsung daftar. Naik ke kapal nomor 4, kami ber-15 (20 dengan awak kapal), berangkat ke Pulau Liwungan sekitar jam 9 pagi.

Sesampainya di Pulau Liwungan, kami berdua (aku dan ayah) bingung ketika para peserta turun ke dermaga. Menurut pengalaman kami (aku dan ayah), namanya snorkling-an itu, perahu berhenti di tengah perairan, dan peserta snorkling langsung turun dari kapal untuk menikmati pemandangan di dalamnya,, bukan bermain pasir atau berenang di bibir pantai. Yah, mungkin karena beda pengetahuan (Frame of Reference) dan beda pengalaman (Frame of Experience), maka acara snorkling seperti yang kami (aku dan ayah) harapkan tidak terjadi. Ombak yang terlalu besar, kemampuan berenang yang berbeda-beda tiap individu, ketiadaan 'local guide' dan ketiadaan tim SAR membuat kami (aku dan ayah) memaklumi semuanya. Karena batal snorkling-an, kami semua yang tergabung di perahu nomor 4 sepakat untuk kembali lagi ke Tanjung Lesung tanpa bermain air di Pulau Liwungan.

⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉

Kekhawatiran Yodha semakin terlihat jelas saat ia melihat adiknya tertidur di pangkuan ayah. Aku yang saat itu duduk di tepi buritan perahu, memanggilnya untuk mendekat. Awalnya dia takut duduk disampingku. Takut jatuh ke laut, begitu alasannya. Kuyakinkan dia sambil menggenggam tangannya. Tangan sebelahnya, kupastikan untuk memegang tepi kayu tempat kami duduk. Sambil terus menggenggam tangannya, setiap kali ada ombak, kuajak Yodha berteriak: "Awas maas,, ada ombak datang!! Yeeeaaaaayyyy!!"
byur... dan kamipun terciprat ombak,, dan kami tertawa lepas. Perlahan, perahu-pun kembali bergerak menaiki ombak. Saat perahu mulai menuruni ombak, aku berbisik dengan semangat: "Mas, bentar lagi cipratan airnya mau datang lagi.. siap siap yaa!!!" "YEEEAAAYYY!!!" -byuuur-
Dan Yodha mulai ikut berteriak kegirangan ketika perahu kami bergoyang naik dan turun secara drastis. "Mirip seperti naik roller-coaster ya mas" bisikku. Bau solar-nya sih masih tetap tercium, tapi kalah dengan kegembiraan kami menanti percikan air.

⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉
Pemilihan kata akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilih kata supaya hidup lebih berenergi dan lebih bermakna. Jika diri kita masih sering berpikiran negatif, maka kemungkinan diksi (pilihan kata) kita juga kata-kata negatif, demikian juga sebaliknya.

Hal yang sama berlaku juga untuk kami. Ketika ketakutan, yang terucap dari lisan merupakan kalimat negatif, tidak sabar ("kapan sampainya sih bund?") dan memprotes segala sesuatu yang terjadi ("Kenapa sih perahunya ini goyang-goyang terus? Kepalaku jadi pusing nih"). Sebaliknya, dengan mengubah sudut pandang, naik perahu jadi terasa menyenangkan. Dunia yang sebelumnya terlihat selalu saja salah, tiba-tiba berubah menjadi luas dan mengasyikkan.

foto hasil jepretan Prasetyo Utomo


Teluk Lada, Tanjung Lesung, 5 Februari 2017


#hari7
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sumber bacaan:
http://www.bantenwisata.com/2016/12/pulau-liwungan.html
Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1, Institut Ibu Profesional, 23 Januari 2017.


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments