Semua Boleh Kecuali yang Tidak Boleh: Komunikasi Produktif

10 Februari



Yang tersisa dari liburan biasanya adalah pekerjaan yang menumpuk. Begitulah yang terjadi padaku saat ini. Ada hias maharku yang sudah masuk kategori Penting Mendesak; dateline selesai sore ini (Jumat). Usai menjemput Damar dari sekolah, aku menyampaikan padanya bahwa aku akan fokus untuk menyelesaikan pekerjaanku; makanan kecil dan minuman sudah tersedia di tempatnya, kupersilahkan dia bila mau bermain di sebelahku. Setelah memastikan Damar memahami apa yang kusampaikan, aku memulai pekerjaanku.

Tanpa kusadari, Damar naik keatas kursi tempat aku duduk. Awalnya dia hanya mengatur posisi rambutku yang kebetulan terurai karena karetnya terlepas. Tidak lama kemudian, dia turun, mengambil sisir, dan mulai menyisir rambutku.
He3x.. lumayan,, emang ada, perempuan yang menolak bila disisirin? ☺
Masih berlanjut, rupanya Damar mulai berinisiatif meraih sesuatu di kotak alat tulis yang terletak di sampingku. Aku masih belum ngeh ketika rambutku terasa seperti digunting. Beberapa menit setelahnya, aku baru sadar bahwa Damar menggunting rambutku!!!
Ya ampuuunnn
Sisa rambut bercecer di kursi, dan beberapa masuk ke dalam bajuku. Duh...

b = Damar gunting rambut bunda?
d = iya bun, biar bunda cantik. Tadi ada rambut yang ga rapi, makanya aku rapihkan
b = ooo gitu.. oke, makasih ya :) Lain kali kalau mau gunting rambut bunda, minta ijin dulu ya, supaya bisa disiapkan tempat untuk sisa rambutnya.
d = ya bun

Pada dasarnya, semua manusia ingin kebebasan. Tapi ketika kebebasan seseorang berbenturan dengan kebebasan orang lain, atau membahayakan, atau melanggar hukum Allah / negara, maka disitulah dibutuhkan batasan dan aturan.

#hari9
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe