Tega menegakkan KETEGASAN: Komunikasi Produktif

09 Februari

Negosiasi, kompromi, meminta pendapat anak, mengajak mereka mengambil keputusan, tetap dibutuhkan, tetapi itu dilakukan sebelum keputusan dibuat. Setelah keputusan dibuat, yang dibutuhkan adalah KETEGASAN menjalankan konsekuensi yang sudah disepakati.

Untuk sebagian besar anak, semua barang dianggap mainan. Begitu pula yang berlaku dalam benak Damar (beberapa hari lagi 6 tahun). Sayangnya, tidak semua barang aman untuk dimainkan. Misalnya, kursi. Damar suka sekali menempelkan bagian punggung kursi makan dengan tembok, lalu dia memberi jarak diantaranya. Setelah itu, dia naik diatas kursi, berdiri, dan -menggunakan punggungnya- dia mendorong kursi ke arah belakang sampai kursinya menyentuh tembok, sehingga dia seolah-olah berayun.. :( Mungkin menyenangkan buat Damar, tapi bagiku terlihat membahayakan.
Beberapa hari sebelum berangkat ke Tanjung Lesung, aku sudah menyampaikan kekhawatiranku kepada Damar ketika dia mendorong kursi kearah belakang. Aku minta tolong agar kegiatan itu tidak diulangi lagi. Sambil kupangku, kuajak Damar ngobrol.
b = Damar, tolong jangan diulangi lagi ya
d = kenapa bun?
b = menurutmu kenapa?
d = bahaya ya?
b = iya, benar. Kalau kamu jatuh, kira kira sakit ga?
d = sakit bun.
b = pintar :) Sekarang, menurut Damar, kira kira kalau Damar begitu lagi, sebaiknya bagaimana?  (mengajak negosiasi untuk menentukan batasan)
d = masuk kamar aja bun, tapi pintunya jangan dikunci yaa
b = ok, berapa menit?
d = 5 menit aja bun, eh jangan ding, 4 menit aja ya
b = ok.

⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉
Aturan diberlakukan agar anak tahu batasan mana yang baik dan mana yang buruk baginya
⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉

Rupanya hari ini dia lupa, sehingga tanpa sadar diulanginya lagi. Tanpa terbawa emosi, Damar langsung kugendong masuk ke kamar. Langsung diprotes.
d = kenapa bun? _sambil teriak nangis_
b = damar barusan mainan kursi. Kemaren kan kita udah sepakat kalau Damar mainan kursi, Damar masuk kamar 4 menit
d = ngga mau!! _tambah histeris_
b = maaf ya,, Damar masuk kamar, sesuai janji kemaren. (sambil tetap tenang)
d = _masih nangis_ tapi pintunya jangan dikunci ya buun
b = iya (sambil nutup pintu)
d = _nangis histeris, sambil berusaha buka pintu_ bunda disitu ya.. pintunya dibuka sedikiiit aja
b = ya. (sambil nyetel timer)
d = berapa menit lagi bun? _sambil nangis_
b = 2 menit lagi, nak (sambil meniadakan emosi)
d = ya sudah deh, aku tunggu _masih sambil nangis_
b = iya, bunda juga masih disini kok

4 menit berlalu, dan setelah itu kami pun berpelukan.


⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉

Ketika aturan sudah dibuat dan disosialisasikan, ketika batasan sudah dibuat bersama seluruh anggota keluarga, ketegasan harus dilaksanakan. Negosiasi, kompromi, meminta pendapat anak, mengajak mereka mengambil keputusan, tetap dibutuhkan, tetapi itu dilakukan sebelum keputusan dibuat. Setelah keputusan dibuat, yang dibutuhkan adalah KETEGASAN menjalankan konsekuensi yang sudah disepakati.

#hari8
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sumber bacaan:
Dari Abah Ihsan: 7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia, Penerbit Mizania, 2015.


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments