Melatih Kemandirian Anak, Untuk Apa?

18 Maret


Kemandirian anak adalah modal dari kreativitas, kemajuan, dan daya tahan keberlangsungan hidup.
Sejak lahir, semua anak menyukai kemandirian. Kemandirian itu diekspresikan dengan rasa ingin tahu yang besar, rasa ingin mencoba, dan tidak takut dengan kesulitan. Ketika masih bayi yang baru bisa tengkurap, misalnya, semua benda yang ada di dekatnya akan coba didekatkan ke mulutnya untuk diteliti. Ketika ia mulai bisa memegang benda, ia pun ingin makan sendiri, meski belepotan (karena motorik halusnya yang memang belum bagus). Tetapi apakah kita sebagai orang tua memberikan kesempatan pada mereka untuk melakukan itu semua? Kenyataannya tidak. Orangtua biasanya akan mengambil alih kemandirian anak dengan alasan "takut kotor" "nanti sakit" "bahaya".

Bagaimana mungkin anak dapat mandiri dan pantang menyerah jika dari kecil, kesempatan mereka berlatih untuk mandiri dihilangkan karena terus diambil alih oleh orangtua?

Tentu saja keselamatan tetap nomor satu. Orangtua tetap harus memastikan keselamatan anak ketika mereka beraktivitas.

Sebagai orangtua, aku tidak akan selamanya ada untuk mereka.

Untuk Yodha (8 tahun) yang sudah mampu mengurus diri sendiri dengan baik, mulai beberapa minggu ini berlatih untuk membuat perencanaan dan mengevaluasinya setiap hari. Untuk menjadi seorang pembelajar mandiri, Yodha kami bebaskan untuk memilih sendiri aktivitas sesuai minatnya. Dengan syarat, aktivitas bebas itu baru boleh dikerjakannya setelah kewajibannya selesai.
Kewajiban Yodha yang sudah dibebankan selama kurang lebih setahun terakhir meliputi:

  • menyiapkan bekal sekolah sendiri (lauk, nasi dan buah sudah tersedia, tinggal dimasukkan sendiri sesuai porsi yang dia butuhkan), 
  • menyiapkan buku / pr / tugas sekolah untuk dibawa / dikerjakan
  • menyiapkan sendiri seragamnya
  • mencuci piringnya / kotak bekalnya sendiri setelah digunakan
  • membersihkan diri sendiri
  • berangkat sekolah maksimal pukul 7.15

Alhamdulillah, selama melewati 15 hari tantangan level 2 kuliah Bunda Sayang, aktivitas Yodha jadi lebih terukur dan progressnya bisa "dinilai".
Sementara Damar (6 tahun) di level ini mulai berlatih untuk mengurus dirinya sendiri, meliputi: mencuci piring sendiri setelah digunakan dan membersihkan diri sendiri. Alhamdulillah

#aliranrasa
#level2
#melatihkemandirian


sumber bacaan
_Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. Mengajarkan Kemandirian Kepada Anak. Khazanah Intelektual. 2014_
https://www.facebook.com/ParentingSchool/posts/10153762937924029


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe