Aliran Rasa IIP

30 April


Quran quote

Ketika membaca pengumuman bahwa ada Open Recruitmen Fasilitator Matrikulasi IIP Batch#4, aku merasa tercolek. Iya, tercolek, bukan terpanggil, karena pengumumannya tidak menggunakan toa :p

Setelahnya aku termenung...

⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉ 

Melihat diriku yang sekarang... Here I am, berada di titik dimana aku sudah menyandang status idaman hampir sebagian besar perempuan: "IBU".
Selama beberapa tahun membersamai anak-anak tumbuh, baru kali ini aku menemukan komunitas yang "pas di hati". Komunitas yang men-support para ibu di Indonesia -dan dunia- untuk memprioritaskan klien utama seorang ibu: anak dan suami. Tidak mudah memang, tapi dengan berkomunitas, perjalanan mendidik, mendampingi dan menyertai suami serta anak-anak menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Bagiku, IIP bagaikan oasis di tengah gurun pasir.

Aku sadar, aku bukanlah seorang ibu yang sempurna. Dalam perjalanan pun masih tertatih-tatih karena hingga kini masih belum berpengetahuan. Kenapa aku harus menafikan kesalahan yang tidak sengaja, ketidaktahuan atau keteledoranku selama ini? Seperti kata pepatah: Mistakes are proof that you are trying. Tidak ada kata terlanjur dalam pengasuhan. Ibarat bangunan, selalu ada kesempatan untuk merenovasi. Setiap kekhilafan memiliki peluang untuk pembelajaran ulang. Perbaikan memang tidak gampang bagiku, bagi suamiku dan juga bagi anak-anak; tapi hukumnya wajib diusahakan. Semangat untuk terus memperbaiki diri inilah yang selalu dikobarkan dalam tiap sudut ruang kelas Institut Ibu Profesional.

Seiring berlalunya waktu, petak kelas yang dulunya bertembok kini telah berganti rupa menjadi ruang digital dalam genggaman. Desa-desa dan kampung pun kini hijrah ke dunia maya yang tak beratap, tempat dimana semua terkoneksi dengan mudahnya. Tapi peribahasa dari Afrika; "IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD"; "perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak"; tetap terus menggaung.

⋊⋉---ᕘᕚ---⋊⋉

Ditilik dari segi bahasa, fasilitator artinya adalah seorang yang membantu proses (belajar mengajar) jadi lebih mudah. Dan aku ter"colek" untuk mengajukan diri untuk menjadi bagian darinya. Bukan untuk ajang aktualisasi diri, tapi sebagai kawan seperjalanan yang sama-sama belajar, mengarungi hidup, dengan niat baik untuk berbagi kemaslahatan menuju tujuan akhir: mengembalikan amanah (berupa anak-anak) kelak kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam keadaan sebaik mungkin.


Ketika ada kemauan untuk terus belajar (menjadi orangtua) dan kebulatan hati untuk memberikan cinta, maka aku yakin Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti akan mencukupkannya.
Amin.

sumber bacaan:
_Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch#2 Sesi #3.MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH_


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments