Sukamantri - Destinasi Kemping yang Memikat

25 April

berkemah di Sukamantri


Libur panjang kali ini kami (+Prasetyo Utomo) memutuskan untuk berkemah di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Bumi Perkemahan Sukamantri. Tidak jauh dari kediaman kami, Sukamantri berlokasi di kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Berangkat pukul 9 pagi, perjalanan relatif cukup lancar, kemacetan hanya terjadi ketika melewati jantung kota Bogor (angkotnya luar biasa banyak!).

Jalan menuju Bumi Perkemahan Sukamantri

Sekitar 3 kilometer sebelum gerbang masuk, kami sempat ragu-ragu ketika melewati jalan berbatu meliuk-liuk ke atas yang hanya cukup dilewati 1 kendaraan roda empat. Benarkah ini lokasinya? Kami tidak bisa mengecek lokasi via google map selama perjalanan menuju Bumi Perkemahan Sukamantri karena tidak ada sinyal. Pun kami tidak bisa bertanya, karena tidak ada pemukiman disekitar. Kanan dan kiri hanya ada pepohonan.

Gerbang masuk Bumi Perkemahan Sukamantri

Alhamdulillah, di ujung jalan berbatu tersebut, akhirnya kami sampai juga di gerbang masuk Bumi Perkemahan Sukamantri pukul 11 WIB. Saat itu, meskipun weekend, kami dikenakan biaya masuk sebesar Rp 20.000/orang dan biaya parkir kendaraan roda empat sebesar Rp 15.000. Yang unik, di dinding pos penjagaan, sudah terpampang peringatan tentang larangan memberi makan monyet. Kupikir, seberapa banyak sih monyet disini? he3x


A post shared by Duhita Swastihayu (@swastihayu) on


Saat kami sampai, rupanya hujan mulai turun, sehingga acara mendirikan tenda ditunda sejenak. Karena lapar, kami memutuskan untuk menunggu hujan sambil makan di warung sekitar pos. Menu yang tersedia hanya mi instan :( ya sudahlah, yang penting ngisi perut dulu sambil menikmati tetesan air. Di Sukamantri, yang patut diacungi jempol adalah kebersihan camping ground-nya dan fasilitas MCK-nya. Bersih.

mendirikan tenda di Sukamantri
Yodha Damar senang sekali mendirikan tenda di Sukamantri.

tenda kami di Sukamantri
Pemandangan dari atas tenda kami.

Sukamantri
Yodha Damar melihat monyet dari kejauhan


Seusai tetes air berhenti, kami mulai bergerilya mencari lokasi terbaik untuk tenda. Menurut kami, ada 2 tempat yang bagus untuk mendirikan tenda. Satu di dekat pos dengan pemandangan hutan dan kota Bogor, dan satu lagi di pinggir hutan dengan pemandangan hutan. Selain karena pemandangannya, kami memilih lokasi yang di dekat pos karena ada pohon di sampingnya.
Yodha dan Damar senang sekali bekerja sama mendirikan tenda. Di tengah kegiatan mendirikan tenda, kami melihat beberapa monyet yang turun dari pepohonan. Rupanya monyet-monyet itu mencari sisa makanan di tempat sampah. Karena Yodha dan Damar sudah mengetahui larangan memberi makan monyet, maka mereka hanya melihat dari kejauhan sambil berteriak kegirangan memberitahu aku.

Alhamdulillah, tidak lama setelah tenda kami berdiri, hujan turun lagi. Kali ini agak deras dan ber-petir. Dengan sigap, +Prasetyo Utomo membuat parit di sekitar tenda untuk membuat jalan air. Sementara itu, di dalam tenda, curahan air yang menetes diatas tenda kami (ditambah dengan suhu yang sejuk), terdengar seperti lagu nina bobo. Yodha dan Damar sukses terlelap nyenyak. Aku? Ga bisa tidur bukan berarti tidak produktif :) Suasana di Sukamantri memberi banyak sekali inspirasi..




Puas "membatik", aku mulai masak nasi untuk persiapan ketika nanti anak-anak bangun.

A post shared by Duhita Swastihayu (@swastihayu) on


Pagi harinya, setelah sarapan bakso, kami memutuskan untuk trekking menuju air terjun Curug Nangka.

Sarapan :D
Kami sudah menyiapkan bakso beku untuk sarapan pagi ini

Berangkat trekking
Lokasi camping ground Sukamantri yang di dekat hutan
Berfoto di lokasi camping ground sekitar hutan.
Camping ground Sukamantri
Tapi karena jalannya berbatu, becek dan diapit tebing tinggi, kami memutuskan untuk kembali ke tenda.

Dalam perjalanan balik ke tenda, kami melihat beberapa pengunjung rupanya sengaja memberi makanan untuk monyet. Lucu sih, monyet-monyet itu akan menangkap makanan yang dilempar ke arahnya. Ada juga monyet yang "berani" turun untuk mendekat. Tapi ya.. gimana ya.. speechless.. foto ajalah..monyetnya..


Monyet di Sukamantri
Setelah makan siang, kami berkemas pulang. Alhamdulillah. Nice trip





Beberapa tips menyiapkan makanan untuk berkemah:

  1. Bawalah makanan yang sudah dimasak sebelumnya dalam kondisi beku.
  2. Gunakan daun pisang untuk alas nesting ketika menanak nasi supaya lebih mudah ketika dicuci.
  3. Bawa sabun cuci piring yang sudah dimasukkan ke botol kecil (aku menggunakan botol bekas dett*l hand sanitizer ukuran 50ml) untuk menghemat ruang.
  4. Bawa penjepit / capit untuk memudahkan mengambil makanan dari wajan.
  5. Bawa alas piring dari anyaman bambu supaya mengurangi cucian :D
tips menyiapkan makanan untuk berkemah

Secara keseluruhan, berkemah di Bumi Perkemahan Sukamantri seperti ini:

berkemah di Sukamantri

Alhamdulillah :)


Reactions:

Tulisan lainnya:

4 comments

  1. Asiikkk bangeeeet berkemaah sama keluargaa :D Quality time yang sempurnaa mbak ya, sambil menikmati panorama dan melepas penat yaang ada :D lihaat hijau" gtu segerr dimata dan sejuk dihaati. hehehe

    BalasHapus
  2. Serunya bisa camping sama keluarga. Senang banget aku bacanya. ^.^

    BalasHapus
  3. Luci tempat kempingnya..

    BalasHapus
  4. Kayaknya asik banget tempatnya untuk kemping bareng teman-teman

    BalasHapus




Subscribe