Aliran Rasa Cerdas Finansial

07 Oktober


Sekitar setahun yang lalu, Yodha memenangkan lomba internal di sekolahnya (aku tidak begitu ingat acara ataupun kategorinya). Hadiahnya adalah buku Kisah Nabi dan Rasul. Di dalamnya terdapat stiker -yang oleh Yodha- langsung ditempel di meja belajarnya. Kurang lebih tulisannya adalah "Jangan Terbuai Harta, Engkau Akan Binasa". Aku ingat saat kami membahas isi buku tersebut, inti dari diskusi kami kurang lebih adalah harta merupakan "sesuatu" yang penting, tapi bukan hal yang paling penting untuk diperoleh. Harta hanya sekedar titipan.

Alhamdulillah, di usianya yang kedelapan (tahun lalu), Yodha sudah mulai bisa memilah, mana keinginan, mana kebutuhan. Sehingga uang saku mingguan yang kami berikan padanya, bisa ia olah sedemikian rupa hingga pada awal bulan Syawal ini ia mampu menabung beberapa rupiah ke bank. Beberapa minggu terakhir ini kami juga mulai mengenalkannya pada investasi. Yang paling mudah untuk dibahas bersama adalah investasi dalam bentuk logam mulia. Mudah dijelaskan, karena logam mulia adalah alat pembayaran yang tidak lekang oleh waktu. Melalui isu harga kambing (saat Idul Adha beberapa minggu lalu), kami memantik diskusi investasi logam mulia. Sedari dulu, harga kambing setara dengan x gram logam mulia. Sementara, smartphone yang saat ini harganya sama dengan x gram logam mulia, harganya bisa dipastikan anjlok tahun depan.

Alhamdulillah, di sekolahnya juga sudah dikenalkan dengan tata-laksana berdagang. Sehingga ia pun paham, bahwa lebih mudah menjual barang yang berkualitas bagus. Bersamaan dengan materi level kedelapan Bunda Sayang, kebetulan di sekolahnya sedang "demam" lomba stick es krim. Stick es krim yang diletakkan di lantai ditepuk, dan pemenangnya adalah stick yang mampu mendarat diatas stick lawan. Apa yang dilakukan Yodha? Rupanya ia menangkap peluang.. Yodha menyisihkan uang sakunya untuk membeli satu pak stick es krim, menghiasnya, menggunting sisinya, lalu menguji coba, stick mana yang terbaik untuk dilombakan. Stik-stik terbaiknya itu lalu "tidak sengaja" dilihat teman-temannya. Alhamdulillah stik buatan Yodha banyak "dipinang" teman-temannya, sehingga ia berhasil mengantongi keuntungan.

Keuntungan dan uang saku yang diperoleh Yodha, saat ini baru dibagi 3: jajan, infaq dan ditabung.

Bagaimana dengan Damar? Saat ini usia Damar masih 6 tahun. Umumnya anak usia kurang dari 7 tahun, Damar masih belum paham beda keinginan dan kebutuhan. Umumnya anak-anak, Damar belum paham konsep menyimpan untuk besok. Uang yang ia pegang saat ini akan dipakai saat ini juga, dan alhamdulillah ia selalu ingat untuk membaginya bersama kakaknya, atau temannya yang lain. Berapapun yang ia pegang, sebanyak itulah yang ia manfaatkan. Bahkan untuk infaq/sedekah. :D

Jadi, selama tantangan 10 hari materi Cerdas Finansial, kami hanya meneruskan penguatan pemahaman antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya saat pulang sekolah, kami hanya mengijinkannya jajan setiap hari tertentu (saat hari olahraga atau hari Jumat) dengan nominal tertentu pula. Sekali sepekan, ia boleh memilih dan membeli satu jenis snack dan satu jenis minuman. Untuk mainan, alhamdulillah ia sudah mulai paham, bahwa tidak semua jenis mainan bisa ia dapatkan secara instan.

#aliranrasa
#kelasbunsayiip
#level8
#kecerdasanfinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments




Subscribe