Berpikir Kreatif

02 November


Masuk ke materi kesembilan,  sampailah kami ke materi yang membuatku semangat: KREATIF.
Bagi perempuan seperti saya yang cenderung dominan menggunakan otak kanan, banyak sekali ide-ide yang bermunculan di kepala ketika menghadapi tantangan baru.

Cerita-cerita tentang proses kami dalam menaklukan tantangan akan saya posting disini

1. Kamis, 2 November 2017


2. Jumat, 3 November 2017


3. Sabtu, 4 November 2017


4. Minggu, 5 November 2017


5. Senin, 6 November 2017


6. Selasa, 7 November 2017


7. Rabu, 8 November 2017

8. Kamis, 9 November 2017

Ketika packing baru, Yodha tiba-tiba memamerkan keahliannya.
"Bun, aku kemaren dikasih tau cara cepat melipat baju sama mr Wildan pas pramuka."
"Oh ya, gimana caranya mas?" tanyaku penasaran.
"Nih bun, cari yang deket kerah, trus ambil trus tarik, lipet, jadi deh"
"wow,, sepertinya gampang ya.."sahutku.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

9. Jumat, 10 November 2017


10. Sabtu, 11 November 2017


11. Minggu, 12 November 2017


12. Senin, 13 November 2017

Pagi itu, kami menyewa perahu motor nelayan setempat untuk menjelajah destinasi favorit di perairan sekitar pantai Tanjung Kelayang, Belitung. Perahu dengan geladak kayu bercat putih tersebut muat untuk rombongan kami yang berjumlah delapan orang. Dipandu oleh satu orang tour guide dan seorang awak kapal, kami memulai perjalanan laut sekitar pukul 9.30 pagi.
Karena Yodha dan Damar belum terlalu cakap berenang, kami memutuskan untuk membaginya jadi 2 team. Kesepakatannya, ayah bersama Damar, sementara aku snorkling-an bersama Yodha.
Tiba di area snorkling yang terletak tidak jauh dari Pulau Lengkuas sekitar pukul 13.00 WIB, kapal berhenti dan awak kapalnya mulai menurunkan anak tangga yang diletakkan diantara geladak dan haluan perahu. Awalnya Yodha sangat ketakutan begitu mengetahui ia tidak bisa berpijak karena perairan mencapai kedalaman sekitar 5 meter. Sebaliknya, Damar terlihat sangat bersemangat menyaksikan sekumpulan ikan yang langsung menyambut kedatangan dan mengerumuni kapal kami. Rupanya ikan-ikan tersebut sudah terbiasa dengan kehadiran perahu. Pasalnya, tiap kali membawa wisatawan, tour guide-nya sudah menyiapkan biskuit kraker untuk camilan ikan-ikan tersebut. Segera, kuajak Yodha untuk mulai membiasakan diri dengan asinnya air laut, mengalihkan ketakutannya terhadap kedalaman air laut dengan membawanya mengejar kerumunan ikan yang mencari remah biskuit.
--
Sebagai orangtua, adalah tugasnya sebagai instruktur sekaligus manager, dengan memberikan ruang kepada anak untuk mengenal dirinya, mengetahui kelebihan dirinya, menyadari minatnya terhadap sesuatu dan mengukur seberapa positif apa yang telah mereka lakukan. Setiap anak memiliki karakteristik yang khas. Setiap anak juga memiliki kecenderungan minat yang berbeda. Setiap anak memiliki respons yang beragam. Setiap anak memiliki kelebihan yang bisa kita eksplorasi sehingga ia menjadi pribadi yang bisa menjalankan perannya sendiri.

Sumber bacaan:
Yoga, Miarti. Adversity Quotient: Agar Anak Tak Gampang Menyerah. Solo 2016.

13. Selasa, 14 November 2017


14. Rabu, 15 November 2017


15. Kamis, 16 November 2017


16. Jumat, 17 November 2017


17. Sabtu, 18 November 2017
Kondisi yang kurang fit ditambah dengan cuaca yang tidak mudah ditebak setiap sore menjelang maghrib di kawasan Depok tidak membuat Yodha dan Damar berpangku tangan. Setelah bosan dengan aktivitas membaca buku, mereka berdua berinisiatif membuat permainan sepak bola mini. Kedua gawang, terbuat dari sisa-sisa kertas yang sudah tidak terpakai. Pun bolanya. Untuk pemain, terbuat dari kertas hvs yang masih baru, dipotong menjadi 8 bagian, yang masing-masingnya dilipat 2 lagi sehingga bisa diberdirikan. Mereka membuat nama sendiri dan menetapkan nomor punggung pemain mereka sesuka hati. :D
Aturan permainan, sama seperti permainan sepak bola di lapangan. Mereka menyepakati batas-batas garis imajiner lapangan, mana yang termasuk di dalam lapangan, mana yang masuk kategori "out".
Berikut cuplikan video yang berhasil kurekam.


Alhamdulillah, mereka berdua sudah bisa berkolaborasi memanfaatkan skill masing-masing untuk bersama-sama "membangun" lapangan bola kertas secara mandiri. Damar yang penuh imajinasi berhasil mengkomunikasikan keinginannya membuat gawang kepada kakaknya. Sementara Yodha, mampu menterjemahkan imajinasi Damar menjadi sebentuk gawang yang terbuat dari kertas bekas.

#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments