The Best Version, InsyaAllah

28 Januari


"Bun, kok Allah bikin jenis kelamin sih?" tanya Damar di pagi hari sebelum ia berangkat ke masjid. Saya tahu, sebenarnya itu adalah salah satu bentuk penasarannya, kenapa bundanya sholat di rumah.
"Menurut Damar, kenapa?" tanya saya balik.
"Supaya ada bunda ya? Juga supaya ada ayah?" tebaknya.
"Iya, benar. Supaya jenis kelamin perempuan bisa jadi bunda, trus yang laki-laki jadi ayah" tambahku meng-iyakan tebakannya.
"Aku mau jadi ayah bun. Biar nanti seperti ayah" pungkasnya, sambil saya aminkan dalam hati.

---

Pagi ini, alhamdulillah komunitas Ibu Profesional Depok mengundang ust Harry Santosa untuk mengisi seminar dalam rangka milad IP yang ke-enam. Kebetulan pas sekali tema bahasan ust Harry dengan pertanyaan "ujug-ujug" Damar dini hari.

"Semua yang ada di dunia tidak ada yang kebetulan. Allah SWT telah menciptakan laki-laki berpasangan dengan perempuan untuk melahirkan peradaban baru. Kalau mau, bisa saja Allah ciptakan bayi dan Ia turunkan langsung dari langit. Di setiap laki-laki, telah diinstall Allah dengan fitrah keayahan; sementara perempuan, terinstall fitrah kebundaan. ..
Ayah dan bunda, andalah versi terbaik ayah dan bunda untuk anak anda versi Allah SWT."

Begitu kira-kira penggalan tausyiah pagi ini.
Benarlah apa yang disampaikan ust Harry. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, dan dari sekian banyak sekenario, sekian banyak laki-laki, sekian banyak perempuan,, sayalah - dan suami saya - yang dianggap pantas oleh Allah dalam merawat dan membersamai kedua buah hati kami. Yang harus kami (saya dan suami) lakukan hanya harus percaya.

Percaya bahwa kami dengan fitrah masing-masing, adalah orang tua terbaik Yodha dan Damar.
Percaya bahwa kami memang mampu mengemban tugas membersamai Yodha Damar



Sumber gambar
cuplikan Materi Seminar Parenting dengan ust Harry Santosa, Depok, 28 Januari 2018


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments