Teknologi adalah Media, Subyeknya adalah Keluarga

11 Februari

Hari ini, saya berkesempatan mengikuti rapat kerja pengurus IP Depok. Dan kebetulan, suami sedang bertugas meliput Asian Games, sehingga tidak bisa membersamai Yodha Damar. Sadar bahwa saya harus membersamai anak-anak bersamaan dengan rapat, maka sehari sebelumnya, saya sengaja meluangkan waktu untuk browsing worksheet yang (ternyata) masih tersimpan rapih di bookmark peramban web saya. Rupanya beberapa tahun lalu, saya sempat rajin menelusuri berbagai aktivitas matematika dan science dan (sempat) menyimpannya sebagai bookmark sesuai kategori.


Saya pun menginformasikan ke anak-anak tentang rencana aktivitas selama mereka menemani saya berkomunitas.

Pagi hari sebelum berangkat, saya kembali menawarkan Yodha dan Damar, worksheet mana yang mereka pilih untuk dikerjakan-dan diprint (sebelumnya, saya telah meng-generate beberapa worksheet di worksheetworks.com untuk mereka pilih); menanyakan kembali, buku mana dan mainan apa yang ingin mereka bawa. Setelah selesai memilih, Yodha Damar memasukkan worksheet masing-masing ke map yang telah saya sediakan, dan mulai mengepak tas "amunisi".

Alhamdulillah, rapat kerja pagi ini berjalan lancar, dan Yodha Damar pun terlihat asyik mengerjakan worksheet pilihan mereka sendiri, serta memainkan games sesuai peralatan yang mereka bawa (kertas origami yang dibuat pesawat terbang). Bila bosan, mereka membaca buku.

--

Meskipun zaman telah beralih ke dunia digital, terus terang saya masih belum move on dari peraturan no gadget under 14 yo. Bagi saya, gadget diibaratkan sebagai pisau. Alat yang berguna, namun bisa menimbulkan luka serius bagi mereka yang tidak bisa menggunakannya.

Persis seperti apa yang dikatakan bu Septi:
Teknologi adalah media, subyeknya adalah keluarga. Jangan dibalik.


#Tantangan10Hari
 #Level12
 #KuliahBunsayIIP
 #KeluargaMultimedia


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments