Kebiasaan Menunda? Yuk Pakai Self-Coaching

29 April


Minggu, 29 April 2018 kami, pengurus Ibu Profesional Depok diundang untuk mengikuti pelatihan (gratis!!) di Gradanni yang berlokasi di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam pelatihan yang digelar mulai dari pukul 09.00 tersebut, kami disuguhi beragam materi terkait otak dan turunannya.

Sesi pertama, diisi materi Berpikir Caranya Berpikir yakni semacam self-coaching untuk problem solving sehari-hari. Sesi kedua yang disampaikan oleh pak Agus (di foto: yang berada di tengah bersama putrinya) berjudul Belajar Cara Belajar. Setelah ishoma, materi ketiga tentang Daya Ingat, Speed Reading for Beginner, dan materi terakhir adalah Pengantar 4 Tipe Kepribadian.

Materi pertama, Berpikir Caranya Berpikir diawali dengan pembagian otak menjadi 2 kubu: Sadar dan Bawah Sadar. Di bagian otak bawah sadar inilah tempat "qalbu" bersemayam. Letaknya ada di jantung. Di otak bawah sadar inilah, data-data disimpan, bukan hanya sebagai fakta, namun juga sebagai tafsir atau interpretasi masing-masing individu. Sehingga sangat-amat-penting bagi kita untuk selain memilih makanan untuk dimakan, juga memilih data seperti apa yang akan dimasukkan ke Qalbu. Di materi ini juga disampaikan teknik self-coaching menggunakan metode SCORE.
Karena seperti kata Einstein: "Manusia mempunyai jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Seringkali jawaban tersebut ada di pertanyaan"
SCORE sendiri merupakan akronim dari Symptom (gejala), Cause (penyebab), Outcome (dampak yang diinginkan, yang berfokus pada masalah/tantangan), Resources (sumber daya apa saja yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut), dan Effect (apa yang terjadi bila kita berhasil memanfaatkan resource).
Sebagai latihan, tantangan problem solving metode SCORE kali ini adalah mengatasi kebiasaan menunda. Pak Ary membagikan 5 kertas yang masing masing bertuliskan huruf S, C, O, R, dan E. Kertas-kertas tersebut diletakkan di lantai, dan kemudian, ketika kita memikirkan suatu masalah, kita dapat menuju kertas bertuliskan S dan merumuskan apa saja symptom / gejala yang kita rasakan. Selesai mengurai ranah S, kita diharapkan melanjutkan ke "ruangan" sebelah, yaitu ruang C sambil memikirkan penyebab keberadaan tantangan tersebut. Selesai merumuskan penyebab, lanjut geser ke ruang O sambil mengurai dampak apa yang kita ingin kita capai. Dampak yang diurai ini harus BESAR dan DAPAT DIRASAKAN sehingga membuat kita termotivasi untuk menyelesaikan tantangan seefektif mungkin. Setelah menemukan motivasi tersebut, kita geser ke ruang R yang menyimpan data semua sumber daya yang kita miliki. Selesai membuat daftar sumber daya, lanjut geser ke ruang E, ruang Effect. Di ruang Effect, kita diharapkan mampu menjawab: apa yang terjadi bila kita berhasil memanfaatkan resource / sumber daya yang kita miliki?
Setelah semua ruangan kita kunjungi, maka berdirilah di ruang netral. Apabila tantangan masih belum terselesaikan, maka kita dapat mengunjungi ulang ruangan SCORE hingga jawaban dan solusinya terlihat jelas.

Contoh konkrit mengatasi kebiasaan menunda:
Symptom= tugas yang tidak kunjung selesai hingga mendekati tenggat waktu.
Cause= prioritas mengerjakan hal lain
Outcome= menyelesaikan tugas
Resource= buku-buku self-help, waktu, kemauan
Effect= tugas terselesaikan dengan baik



Sekian dulu oleh-oleh materi Self Coaching (sesi pertama).


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments