SCUBA Refresh

05 Agustus


Terhitung lebih dari satu dasawarsa, saya belum pernah lagi menyentuh alat selam. Tangki udara, regulator, BCD, dan juga weight belt (tak lupa timah pemberat 2 kiloan-nya). Bukan kenapa-kenapa, hanya saja kegiatan SCUBA Diving, menurut saya merupakan jenis olahraga kategori "mindfullness" 🏊

😅Apa pula arti mindfullness ya...

Istilah yang baru-baru ini saya kenal juga sih... Intinya, seperti yang pernah ditulis Darmawan Aji di blog-nya, mindfulness adalah memberikan perhatian (atensi) dengan cara tertentu yaitu: on purpose (secara sengaja; diniatkan), in the present moment (pada saat ini), non-judgmentally (tanpa menghakimi).
Lugasnya, mindfulness adalah tentang memberikan perhatian pada saat ini. Bukannya melayang-layang ke masa depan ataupun ke masa lalu. Memberikan perhatian pada apa yang ada, bukan apa yang belum/tidak ada. Hadir utuh, di sini saat ini.

Kembali ke topik... Merujuk ke wikipedia, SCUBA merupakan singkatan dari Self-Contained Underwater Breathing Apparatus atau Perangkat Bernapas Bawah Air yang Berdiri Sendiri. Inisial ini berasal dari 1939 di Navy AS untuk menunjuk ke alat pernapasan penyelam militer AS. Sama seperti radar, akronim ini begitu sering dipakai sehingga sudah tidak ditulis dalam huruf besar lagi dan telah dijadikan kata biasa. Sistem ini mula-mula dirancang oleh Jacques Yves Cousteau dan Emile Gagnan pada tahun 1942 sampai 1944.

SCUBA Diving, membutuhkan perhatian penuh. Tidak bisa disambi, entah itu disambi mikir tenggat waktu tulisan blog 😅, tenggat waktu @maharku atau disambi mengawasi anak. Alasan terakhirlah yang menjadi penyebab utama saya tidak pernah berani mengajukan proposal (ke suami saya) untuk ikut berkegiatan selam, walau saya sudah (sangat) ingin (sekali) bertualang kembali menyusuri keindahan laut. Untuk berenang di kolam pun, terus terang saya masih belum tega meninggalkan kedua anak saya terlalu lama tanpa pengawasan saya, meskipun mereka berdua sudah cukup sadar diri dengan memilih untuk bermain di kolam yang kedalamannya sesuai kemampuan mereka.

--

Alhamdulillah, rupanya kelebatan keinginan saya, satu persatu mulai terkabul. Kurang lebih seminggu sebelum pagi ini, tiba-tiba ada pesan masuk dari salah satu kawan saya yang mengajak SCUBA Refresh di kolam renang Sekolah Polwan.
Kebetulan kami, saya dan suami, berasal dari satu almamater MDC (Marine Diving Club), salah satu unit kegiatan mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Disanalah, saya dan suami berkenalan. Sehingga ajakan tersebut bagai gayung yang bersambut. Count us in! Suami saya pun antusias untuk ikut serta.

Jadilah pagi ini, kami berempat berangkat menuju Kolam Renang Sekolah Polwan. Lokasi kolam renang yang berada di dalam kompleks Kepolisian, awalnya membuat kami ragu memasuki kawasan tersebut. Dipandu googlemaps, kamipun memberanikan diri masuk kawasan dan menyusuri gedung-gedung diklat yang diperuntukkan para Polisi Wanita.
Setting BCD, tangki udara dan regulator di sisi single-pool kolam dalam di Kolam Renang Sekolah Polwan.

Sampai di lokasi, rupanya, kolam renang single-pool yang berukuran panjang tidak lebih dari 25 meter ini terbuka untuk umum, lumayan bersih dan terawat baik. Kamipun segera berganti baju dan mulai berkegiatan di air. Saya membutuhkan waktu agak lama untuk menemani kedua anak saya beradaptasi di kolam dangkal terlebih dahulu. Yodha dan Damar, ketika tahu bahwa SCUBA dilaksanakan di kolam dalam, memilih untuk tidak mencobanya. Mereka lebih memilih bermain di kolam dangkal.
Baiklah nak, kami menghargai keputusan yang kalian ambil.

Usai yakin mereka mampu menjaga diri, saya pun bergegas menuju kolam dalam dan mulai memberanikan diri me-refresh ingatan saya menggunakan komponen SCUBA. Terus terang saya masih belum berani menggunakan BCD (Buoyancy Compensator Device) - semacam rompi yang didalamnya terdapat air cell (yang berfungsi untuk mengatur buoyancy / daya apung peselam) hanya karena risih (alias takut) dengan tangki udara bertekanan tinggi yang tertempel di bagian belakangnya.

Alhamdulillah, rupanya regulator (semacam selang yang berfungsi menurunkan tekanan udara yang sangat tinggi dari dalam tangki, sehingga mencapai tekanan yang dapat dipakai untuk bernapas. Biasanya, satu unit regulator terdiri dari bagian first stage yang terpasang pada tangki, dan bagian second stage yang digunakan oleh peselam untuk menghirup udara melalui mulut) yang digunakan suami memiliki Alternate Air Source (Octopus) - semacam selang tambahan yang bentuknya sama dengan second stage. Octopus ini biasanya digunakan hanya pada keadaan darurat untuk menolong peselam lain yang sudah kekurangan udara atau kehabisan udara dalam tangkinya.

Menggunakan prinsip re-aplikasi, saya meminta suami untuk berbagi udara tangki melalui octopus-nya sehingga saya bisa ikut menyelam tanpa harus menggunakan BCD dan tangki di punggung saya.



Saya menyelam hanya menggunakan weight belt yang berisi 1 timah seberat 2kilo. Kami berbagi udara melalui alternate air source (octopus).  Sebuah Alternate Air Source biasanya berwarna kuning, untuk membedakannya dengan Primary Second Stage.

SCUBA Refresh hari ini, sungguh membuat saya kembali (merasa) muda. Bila diibaratkan, persis seperti naik sepeda, memang butuh waktu untuk beradaptasi dengan air, tapi begitu nyemplung, ternyata saya (kami) masih mampu mengoperasikan Self-Contained Underwater Breathing Apparatus dengan smooth. Alhamdulillah.

--

Bagaimana dengan anak-anak saya?

Melanjutkan kutipan dari puisi Kahlil Gibran di tulisan saya yang lalu....

“You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them,but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.”

I tried (as a parent) to guide my kids but not to control them.  Tugas saya adalah memandu mereka, bukan membuat keputusan untuk mereka.
Let them decide for themselves.


Sumber referensi:
https://books.google.co.id/books?id=UZ7vDQAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false
https://id.wikipedia.org/wiki/Scuba
https://www.darmawanaji.com/mengenal-dan-memahami-mindfulness/


Reactions:

Tulisan lainnya:

2 comments

  1. Halooo sesamaaa Astiiiii 😆 tapi asti yang ini ga suka diving 🙈 aku suka berenang tapi entah kenapa diving tak minat, seruuu tapi lihat foto2nya.. 💕

    BalasHapus
  2. Waah..serunyaa scuba
    Klo aku kyknya ndak perlu pake weight belt deh mak..haha

    BalasHapus