7 Hal untuk Menentukan Tujuan (Bagian Satu)

21 November


Sejak awal tahun ini, saya memiliki perhatian khusus terhadap waktu dan produktivitas. Bahkan saat mengikuti Ruang Berkarya Ibu, saya memilih proyek tentang produktivitas: Kompas Waktu. Saya meyakini, bahwa dengan menaklukan waktu, kita bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama. Yap, bagi saya, sukses adalah banyak menebar manfaat.

Mari bicara fakta. Dari 7,53 miliar jiwa penduduk dunia¹, kesemuanya memiliki kesempatan yang sama, yaitu mempunyai 24 jam dalam satu hari. Namun kenyataannya, hanya ada segelintir saja yang sukses. Kok bisa ya?


Penasaran?


Menurut Brian Tracy di bukunya: Eat That Frog², ia menyatakan bahwa orang sukses bekerja dengan memanfaatkan waktu mereka dengan cara yang jauh lebih baik dibandingkan kebanyakan orang. Kebiasaan menyusun prioritas dengan jelas dan merampungkan tugas penting dengan cepat, akan mengalahkan orang pandai yang banyak bicara dan membuat rencana hebat tapi tidak mampu menyelesaikan semuanya.

Well done is better than well said - Benjamin Franklin

Nah, pertanyaan yang terpenting sebelum menyusun rencana adalah: "Apa tujuan hidupmu?"

Saya merasa, bahwa hingga kini, saya masih belum mampu menjawabnya dengan tepat. Paling tidak, saya pernah mencoba menuliskannya di sini. Masih relevan kah? Yaaa.. sepertinya masih... (wkwkwk jawabannya kurang meyakinkan yaak)..
Itu sebabnya, saya mencoba menuliskan ulang disini. Mengkonfirmasi lagi, apakah saat ini saya masih ontrack.

Dalam bukunya yang berjudul Life by Design³, Darmawan Aji menjelaskan bahwa menemukan tujuan dalam hidup menuntut seseorang untuk menemukan dua hal: hasrat dan bakat. Apa yang membuat saya merasa tertantang? Apa yang paling saya sukai? Kenapa saya dilahirkan dengan bakat dan sifat-sifat seperti ini? Kenapa saya dimudahkan untuk menguasai berbagai kemampuan yang saat ini telah saya kuasai?

Adalah tugas saya pribadi untuk menemukannya.
Dan rupanya bukan hanya saya saja yang belum juga "fix" menemukannya.. Karena memang sebenarnya yang berharga adalah prosesnya, bukan hasil akhirnya.

Untuk menemukan tujuan, sama halnya dengan merencanakan sebuah perjalanan. Saya harus menyadari dimana posisi saya saat ini. Kedua adalah memutuskan arah perjalanan, dan yang terakhir adalah mulai bergerak menuju tujuan. Dengan mengetahui posisi saat ini dan ingin kemana, maka saya akan paham berapa lama jarak tempuh dan bekal apa saja yang musti disiapkan.

Okay, coba diurai satu persatu yuuk..

1. Menyadari Posisi Saat ini
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi apa yang unik dari diri masing-masing.

a. Identifikasi ranah kepribadian, hasrat/minat, dan bakat.
Ranah kepribadian adalah bagaimana pola pikir, perasaan dan perilaku alamiah saya. Apa sifat unik saya?
Ranah hasrat meliputi dorongan dan keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Apa yang membuat saya lupa waktu saat mengerjakannya?
Ranah bakat merupakan pola pikir, perasaan dan perilaku alamiah saya yang bermanfaat. Apa yang mampu saya lakukan dengan baik? Apa saja aktivitas yang merupakan 4E (easy, enjoy, excellence, earn) bagi saya?

b.Apa saja aktivitas, kegiatan, dan tugas saya saat ini, baik dalam konteks pribadi, keluarga, pekerjaan, bisnis, atau apapun? Contohnya seperti menulis, membaca buku, menjemput anak sekolah, mandi, sholat, tilawah, memotivasi tim, menghitung orderan masuk, mengelem mahar, dan sebagainya.

c. Apa saja project saat ini? Satu project biasanya terdiri dari beberapa aktivitas. Simpelnya, project adalah pengelompokan dari beberapa aktivitas. Misalnya: mengerjakan 8 box hias seserahan X.

d. Inventarisasi segala sesuatu terkait peran saat ini. Misalnya: hamba Allah, istri, bunda, anak, CEO maharku, bendahara RT, manajer online, tim penilai bekel, dan lain sebagainya. Seberapa optimalkah saya dalam menjalankan peran-peran tersebut?

e. Apa saja yang telah dicapai? Mulailah dengan menuliskan apa saja pencapaian dalam setahun terakhir, kemudian mundur ke dua tahun, tiga, empat hingga lima tahun terakhir. Apa saja pengetahuan yang meningkat, skill apa yang berhasil diimplementasikan, kebiasaan baru apa saja yang sudah terinstall, dan karya apa saja yang dapat dibanggakan.

f. Inventarisasi sumber daya internal maupun eksternal. Sumber daya internal misalnya: bakat, sifat, kebiasaan baik. Eksternal misalnya adalah peluang, alat, teknologi, network. Apa saja sumber daya yang mendukung keberhasilan di masa lalu?

g. Wish list. Buat 1-3 hal yang ingin dicapai di masing-masing area dalam setahun yang akan datang. Area disini meliputi spiritual, pengembangan diri, kesehatan, keluarga, relasi, karier, keuangan, dan kontribusi


Ok, sampai disini dulu yak.
Jadi, sekarang, dimana posisimu? Apakah sudah tergambar jelas?



---

Sumber referensi

¹ https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/04/23/berapa-jumlah-penduduk-dunia
² Tracy, Brian. Eat That Frog!. Penerjemah: Dewi Wulansari. Penerbit Gemilang, Jakarta, 2011.
³ Aji, Darmawan. Life by Design: Hidup Bahagia dan Sejahtera dengan Terencana. Metagraf. 2018
Sumber gambar: freepik.com


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments