Program Mentorship Bunda Cekatan

07 Mei

Pekan ini saatnya tantangan baru di kelas Bunda Cekatan. Setelah melewati t30h dan fase puasa, kami dilatih untuk mulai menebar manfaat. He3x ngeri-ngeri sedap nih untuk perempuan seperti saya yang ilmunya hanya setengah-setengah.


Long story short, setelah merenung, saya coba mengklasifikasikan apa yang saya bisa: 
  • hias mahar (ini 10%teknis, 90% kreativitas), sudah 12 tahun saya kerjakan.
  • desain feed ig (ini juga 10% teknis, 90% kreativitas), baru serius saya kerjakan di ig @maharku dalam kurun waktu 7 bulan terakhir pasca off dari kepengurusan komunitas IP.
  • video editing (10% teknis, 90% kreativitas), baru 2017 mulai belajar karena kecemplung di kepengurusan IP.
  • doodle (10% teknis, 90% kreativitas), sama, sejak 2017 juga mulai belajar.
  • bullet journal versi saya (hmm,, ini agak berbeda.. 90% konsistensi, 10%nya kreativitas), ternyata sudah 3 tahun belakangan saya kerjakan.
  • digital journal (90% konsistensi, 10%nya kreativitas), rupanya sudah ada sejak 2011 via evernote, dan baru 2018 ini mutasi ke onenote. 
Semuanya, saya rasa bukan bidang keahlian saya, tapi kalau melihat urutan jam terbang pemakaian adalah: hias mahar, digital journal, bullet journal, dan terakhir desain feed ig. Untuk video editing hanya sesekali aja ketika ada event, dan untuk doodle nunggu mood wkwkwk.

Bismillah, akhirnya saya memberanikan diri membuka mentorship digital journal karena hanya menggunakan 10% kreativitas alias sebagian besarnya adalah teknis dan konsistensi. Alhamdulillah, ngga lama setelahnya, ada beberapa mentee yang tertarik untuk beralih ke dunia digital alih-alih menggunakan kertas untuk jurnal.

Itu cerita saya sebagai mentor. Trus gimana cerita saya menjadi seorang mentee?
Mindmap saya di bunda cekatan ini sebenernya tentang manajemen ikhlas. Kalau mengutip salah seorang mantan mentor saya: managing expectation. Perjalanan saya mencari mentor terbilang agak berliku. 
Setelah menuliskan deskripsi ilmu yang saya butuhkan, rupanya ada yang japri menawarkan bantuan. Ketika saya mulai menuliskan lebih detail lagi mengenai mindmap saya, rupanya beliau mulai slow respon sesudah membaca isi pesan tersebut. 
Beralihlah saya mencari bantuan dari mentor lain yang available. Alhamdulillah, akhirnya berjodoh juga dengan teman sekelas di bunda cekatan Depok. Meski sekelas, rupanya saya baru tahu ada beliau. Duh, maafkan atas keabaian saya dengan teman seangkatan 🙏


#jurnalke1 
#tahapkupukupu 
#buncek1 
#institutibuprofesional


Reactions:

Tulisan lainnya:

0 comments